Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

249. Klemens XIV (1769-1774)

Klemens lahir pada 31 Oktober 1705 di Sant’Arcangelo dekat Ramini, dengan nama Giovanni Vicenzo Antonio Gangenelli. Ia seorang Fransiskan bergelar doctor teologi. Konklaf tebagi dua antara kelompok yang mendukung dan tidak mendukung pemberangusan Yesuit. Seorang yang layak, benar dan sungguh menolak nepotisme, Klemens dipilih setelah secara resmi berjanji untuk membubarkan Yesuit meskipun tidak ada surat resmi sebagai bukti. Yang mengherankan ialah hingar binger atas penyataan yang bertubi-tubi serta berkeras menentang Kongregasi Yesuit sehingga Klemens dipaksa melenyapkan Kongregasi itu.

Sesudah terpilih pada 19 Mei 1769, ia dituntut untuk melaksanakan janjinya. Tetapi ia menolak sedapat mungkin. Akhirnya di bawah tekanan dan ancaman, ia menulis Dominud ac Redepttor. Mereka diusir dari hampir semua Negara Eropa tetapi mereka menemukan tempat perlindungan dari Ratu Katarina dari Rusia di mana mereka berkumpul dan bertahan hingga Kongregasi itu direkonstitusi di bawah Paus Pius VII (1815). Sebagian lagi tinggal di Inggris karena Katolik Inggris tidak wajib mengikuti perintah paus. Desakan keputusan itu merupakan desakan keputusan awam dari seluruh dunia dan atas segalanya, ketiga monarki Bourbon dari Perancis, Spanyol dan Napoli.

Sebagai balasan untuk pengorbanan itu, Klemens memenangkan beberapa peluang: komitmen Louis XV untuk melawan propaganda anti religius, menghukum karya-karya Voltaire dan restitusi Benevento, Avignon dan Vanssino. Ia mendirikan Museum Klementina di Vatikan yang saat ini difungsikan dengan museum Pius. Ia juga melanjutkan usaha pembersihan Pontine Marshes. Ia melarang praktek jahat mutilas para penyanyi di Kapel Sistina yakni pengebirian termasyur itu. Klemens wafat pada 4 September 1774 secara misterius sehingga ada dugaan dia diracuni.